google.com, pub-0499253383948661, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ayam Hias Pheasant - Inilah 12 Jenis Ayam Pheasant / Pegar Berikut Harganya

Ayam Pheasant merupakan jenis ayam yang termasuk dalam keluarga phasianidae yang berbulu indah. Di Indonesia, ayam pheasant dikenal dengan ayam pegar, ayam kuau atau ayam tibet. Di Eropa, ayam pheasant disebut dengan gamebird sedangkan di Jepang dikenal dengan green pheasant (phasianus versicolor) yang memiliki bulu dominan berwarna hijau.
Ayam Pheasant ini berhabitat asli di dataran tinggi Tibet di Tiongkok (Cina). Ada banyak jenis ayam pheasant ini, jenis pheasant ini dibedakan berdasarkan warna bulunya. Adanya perbedaan warna bulu dipengaruhi oleh faktor lingkungan, iklim, makanan juga perilaku yang menghasilkan beberapa varian ayam pegar.

Ciri-Ciri Ayam Pheasant
Adapun ciri-ciri ayam pheasant atau ayam pegar diantaranya yaitu:
  • Menyukai aktivitas termasuk mencari makan di atas tanah/ semak belukar.
  • Memiliki sifat agresif.
  • Berat ayam pheasant dewasa sekitar 0,5-3 kg..
  • Ukuran telur sedang dengan warna telur kecoklatan dan biru keabu-abuan.
  • Perbedaan warna bulu ekor, dada, punggung,leher, sayap dan kepala antara jenis kelamin jantan dan betina
  • sangat mencolok. Ayam pegar jantan lebih berwarna, ekor lebih panjang dan ukuran tubuh lebih besar
  • dibandingkan ayam pegar betina.
  • Memiliki banyak jenis yang dibedakan berdasarkan warna bulunya.
  • Memiliki gerakan yang lincah dan mirip seperti burung.
  • Ukuran badan sedang, berekor panjang dan kaki panjang.
  • Termasuk hewan omnivora yang memakan biji-bijian, ulat dan serangga.
  • Memiliki kemampuan terbang dari pohon ke pohon.
Ayam pheasant atau ayam pegar ini ada yang bertelur sepanjang tahun (contohnya ringneck pheasant) adapula yang hanya bisa bertelur sekali dalam setahun (contohnya yellow pheasant). Dalam perkembangbiakannya, ayam pheasant atau ayam pegar tidak bisa mengerami dan merawat anak-anaknya, untuk itu saat bertelur sebaiknya telur ditetaskan menggunakan mesin penetas telur, agar telur yang dihasilkan sukses ditetaskan.
Adapun jenis-jenis ayam pheasant atau ayam pegar diantaranya yaitu green ringneck pheasant, red ringneck pheasant, silver pheasant, golden pheasant, lady amherst pheasant, reeves Pheasant, yellow pheasant, red lady pheasant, khalij pheasant/khaleej pheasant, fireback pheasant atau sempidan, swinhoes pheasant.

Jenis-Jenis Ayam Pheasant

1. Lady Amherst Pheasant



The Lady Amherst Pheasant (Chrysolophus amherstiae) merupakan jenis ayam pheasant yang banyak ditemukan di China dan Burma Utara. Namun jenis ini juga cukup populer di Amerika. Ayam lady amherst pheasant jantan membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk menghasilkan warna bulu yang sempurna. Pada bagian kepala lady amherst jantan terdapat warna hijau gelap, disertai kombinasi warna merah yang indah. Warna putih pada bulunya menjadiperpaduan yang unik dari jenis pheasant ini.
Pada bagian atas atau punggung terdapat sedikit warna hijau yang mirip dengan daerah dada. Pada bagian sayapnya juga ditemukan warna bulu biru. Ketika ayam ladyamherst jantan mulai birahi maka ia akan mengejar betina untuk di kawin. Harga lady amherst pheasant sekitar Rp. 9.800.000,-/pasang.

2. Golden Pheasant



The Golden Pheasant atau ayam pegar emas (Chrysolophus pictus) merupakan salah satu jenis ayam pheasant yang memiliki ciri bulu kepala dan leher berwarna keemaan dengan garis hitam kecoklatan, juga bulu dadanya berwarna merah, massanya dapat mencapai 550 gram dengan panjang jantan dewasa sekitar 90-100 cm dan betina dewasa sekitar 60-80 cm, memiliki produksi telur maksimum 8-12 butir telur. Ayam pheasant emas ini disebut juga disebut dengan Pheasant Cina. Harga Golden Pheasant sekitar Rp. 9.300.000,-/pasang.

3. Yellow Pheasant



Ayam yellow pheasant atau pegar kuning merupakan salah satu jenis ayam pheasant yang memiliki tampilan bulu berwarna kuning mencolok yang terdapat di beberapa bagian tubuhnya seperti kepala, perut hingga pinggang serta ekornya. Selain warna kuning, terdapat warna coklat ada pada bagian punggungnya, berwarna merah dengan strip hitam pada bagian kepala belakang hingga leher bagian atas. Sedangkan pada bagian ekor memiliki warna bulu lurik-lurik. Harga Ayam Yellow Pheasant tergolong mahal karena harganya berkisar Rp. 9.500.000,-/pasang.

4. Green Ringneck Pheasant



Green Ringneck Pheasant merupakan salah satu jenis ayam pheasant yang memiliki bulu perpaduan antara ungu dan kemulai hijau dan pada bagian leher yang bentuknya seperti kalung. Produktivitas ringneck pheasant termasuk tinggi, berbeda dengan jenis ayam pheasant lainnya, jenis ayam pheasant ini dapat bertelur sepanjang tahun dan dapat bertelur hingga 20-30 butir dalam satu kali masa produksi. Warna penjantan ayam green ringneck pheasant lebih mencolok dibandingkan dengan betinanya. Ayam ini dapat dijadikan sebagai ayam yang mampu menjadi alarm tanda bahaya. Harga Green Ringneck Pheasant sekitar Rp. 3.700.000,-/pasang.

5. Red Ringneck Pheasant



Red Ringneck Pheasant adalah salah satu jenis ayam ringneck pheasant, ayam ini juga memiliki produktivitas yang termasuk tinggi, berbeda dengan jenis ayam pheasant lainnya, jenis ayam pheasant ini dapat bertelur sepanjang tahun dan dapat bertelur hingga 20-30 butir dalam satu kali masa produksi. Ayam ini dapat dijadikan sebagai ayam yang mampu menjadi alarm tanda bahaya. Harga Red Ringneck Pheasant sekitar Rp. 3.300.000,-/pasang.

6. Reeves Pheasant



Reeve’s Pheasant atau Pegar Reeve (Syrmaticus reevesii) merupakan salah satu jenis ayam pheasant besar, jenis ayam ini bisa mencapai bobot 1,2 kg untuk ukuran dewasa. Harga Reeves Pheasant sekitar Rp. 15.000.000,-/pasang.

7. Silver Pheasant



Silver Pheasant atau pegar perak (Lophura nycthemera) adalah salah satu jenis ayam pheasant yang ditemukan di hutan, terutama di pegunungan, dari daratan Asia Tenggara, dan Cina timur dan selatan, dengan populasi yang diperkenalkan di Hawaii dan berbagai lokasi di daratan AS. Jantan silver pheasant memiliki bulu berwarna hitam dan putih, sedangkan betinanya berwarna coklat. Harga Silver Pheasant sekitar Rp. 9.800.000,-/pasang.

8. Kalij Pheasant/Khaleej Pheasant



Kalij Pheasant atau Khaleej Pheasant (Lophura leucomelanos) adalah salah satu jenis ayam pheasant yang banyak ditemukan di hutan dan belukar, terutama di kaki bukit Himalaya, dari Pakistan hingga Thailand bagian barat. Harga Khalij Pheasant/Khaleej Pheasant sekitar Rp. 13.100.000,-/pasang.

9. Red Lady Pheasant



Red Lady Pheasant adalah salah satu jenis ayam pheasant yang memiliki warna eksotik yaitu warna dada merah dan mahkota putih layaknya lady amherst. Red lady pheasant termasuk jenis pheasant yang merupakan hasil silangan (cross) antara lady amherst pheasant dengan golden pheasant. Harga Red Lady Pheasant sekitar Rp. 9.500.000,-/pasang.

10. Fireback Pheasant atau Sempidan



Fireback Pheasant atau Sempidan Biru (Lophura ignita) adalah salah satu ayam pheasant yang tergolong mahal yaitu harganya dapat mencapai sekitar Rp. 10.500.000,-/pasang.

11. Elliot Pheasant



Elliot Pheasant atau Pegar Elliot (Syrmaticus ellioti) merupakan salah satu jenis ayam pegar yang besar di Cina tenggara. Harga Elliot Pheasant sekitar Rp. 13.500.000,-/pasang.

12. Swinhoes Pheasant



Swinhoe’s Pheasant atau Sempidan formosa (Lophura swinhoii) adalah salah satu jenis ayam pheasant yang merupakan endemik di Taiwan. Harga Swinhoes Pheasant sekitar Rp. 15.500.000,-/pasang.
 semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa

Cara memelihara ayam hutan sumatera


Cara memelihara ayam hutan sumatera – Ayam hutan sesuai dengan namanya merupakan ayam hasil tangkapan langsung yang dari hutan, ada juga yang menyebutnya ayam bekisar walau sebetulnya berbeda. Ayam bekisar merupakan keturunan dari ayam hutan merah dan ayam hutan hijau, disamping itu ada juga Ayam hutan srilangka dan Ayam hutan kelabu. Lalu jika kita mempunyai ayam hutan hasil tangkapan dari alam ini, bagaimana cara menjinakkan ayam hutan?.  Menjinakkan ayam hutan sebetulnya tidak terlalu sulit, yang mesti di perhatikan dengan seksama adalah adaptasi ayam hutan ini dengan lingkungan baru yang bisa menimbulkan stress.
Ayam hutan biasa hidup di tempat sepi jauh dari keramaian, karena itu sering kali saat ayam hutan kita bawa kerumah dan di masukan ke kandang mereka akan mengalami stress. Untuk itu kita mesti menjauhkan ayam hutan ini dari keramaian dan membuat kandang sesunyi mungkin.
Bagaimana cara merawat ayam alas
Membawa Ayam hutan
Saat baru di tangkap ayam hutan di usahakan membawanya dengan tempat yang tertutup rapat dan kaki ayam di usahakan di ikat, karena ayam hutan saat baru tertangkap, ayam akan menjadi stres dan panik dan berusaha melarikan diri. oleh karena itu sayap dan kaki ayam di ikat atau di masukkan ke kain yang sudah di rancang khusus untuk membawa ayam hutan.
Kandang ayam hutan
Kandang ayam hutan sangat mempengaruhi tujuan kita dalam penangkaran ayam hutan, apakah itu jenis kandang pajangan, kandang tangkapan atau kandang penangkaran. Dalam hal ini saya akan menjelaskan tentang kandang penangkaran karena tujuan utamanya adalah ayam hutan dapat berkembang biak dengan cepat.
Untuk kandang sangat di sarankan kandang yang berukuran besar, tujuannya agar ayam lebih bebas bergerak walau tidak tertutup kemungkinan kandang berukuran kecil, minimal untuk kandang produksi ukuran 100 cm  x 100 cm x 150 cm namun dengan catatan untuk 1-2 minggu pertama kadang ayam di tutup dari pandangan ayam, tujuannya ayam tidak terlalu stres dan panik karena belum terbiasa dengan suasana yang baru, setelah beberapa minggu bagian kandang di buka perlahan atau bertahap hingga ayam sudah terbiasa dengan suasa dan stres berkurang.
kemudian situasi kandang di harapkan beralas tanah namun alas papan atau yang lain pun tidak masalah, karena ayam hutan biasanya mencari makan di tanah dan suka mengais-ngais tanah. dan jangan lupa pakan dan ketersediaan air harus di jaga.
Pakan ayam hutan
Untuk pakan ayam di berikan biji-bijian yang sudah biasa ayam hutan kosumsi. seperti padi, jagung, dan kacang-kacangan. tapi pada umumnya ayam hutan di berikan padi pun juga sudah mau namun makanan di tabur di lantai kandang karena ayam belum terbiasa dengan tempat makan, namun setelah terbiasa makan barulah di berikan tempat makanan. namun untuk minuman jangan sampai kering atau kurang karena ayam hutan rentan sekali dengan kematian.
Serta bisa juga kita memberi makanan tambahan lain yang kaya akan serat dan protein, baik itu sayuran ,rumputan atau buah-buahan serta beberapa jenis makanan bersumber dari makanan hewani. seperti jangkrik belalang, cacing, ulat, cercahan daging, dll.
Untuk pemberian pakan di harapkan di berikan skala besar atau siap stok dalam kandang ayam hutan terutama pakan bijian ini untuk kandang ayam produksi, tapi jika ingin ayam hutan merasa ketergantungan dengan pemilik boleh di berikan sedikit demi sedikit tiap harinya, dan untuk sayuran dan buahan serta makanan hewani boleh di berikan 3 x seminggu atau 1 minggu sekali ini bertujuan untuk mencukupi gizi pada ayam hutan serta memperkokoh kesehatan ayam hutan.
Penjodohan ayam hutan
Penjodohan ayam hutan merupakan hal yang sangat penting untuk memperbanyak keturunan dan ayam yang lebih jinak. pada umumnya penjodohan atau perkawinan ayam hutan termaksud gampang-gampang susah, karena terkadang ayam hutan agak memilih pasangan, namun itu bukan masalah besar. jika ingin memasukkan pasangan ayam masukkanlah saat malam hari atau suasana gelap karena ayam tidak terlalu stres dan takut. usahakan warna ayam tidak putih. namun jika ingin mendapatkan ayam hutan putih usahkan indukan putih di beri warna gelap dengan di wantek atau di beri pewarna. ini bertujuan agar ayam tidak takut. usahakan memilih indukan yang sudah pernah bertelur atau kualitas ayam di pilih yang pandai kawin, pandai mengeram, pandai membesarkan anak, dan juga tergantung ayam betina yang akan anda silangkan.
ada beberapa hal yang di perhatikan dalam persilangan ayam hutan. anakan generasi pertama persilangan ayam hutan asli dan ayam kampung atau keturunan maka sebutannya adalah F1, jika ayam hutan jantan x betina ayam kampung, maka anak ayam akan lebih jinak dan di sebut dengan ayam jurai, brugo atau ayam bekisar namun di tempat daerah tertentu sebutnya berbeda-beda. Sedangkan jika ayam kampung jantan x betina ayam hutan asli maka anakan akan menjadi sangat liar seperti ayam hutan.
Perawatan ayam hutan
Untuk perawatan ayam hutan jika ayam sakit di berikan obat, apabila kandang kotor maka kandang di bersihkan. makanan dan minuman harus terjaga. dan ayam sekali-kali di mandikan dengan cara di semprot atau di mandikan seperti ayam biasa. namun hal yang harus di ingat ayam hutan memang terkadang kelihatan jika sudah beberapa tahun di pelihara akan terlihat jinak. namun jangan pernah tertipu jika sempat di lepas di luar kandang maka ayam tak akan pernah kembali atau sulit di tangkap. yang jinak hanya keturunan ayam hutan, itupun tidak terlalu jinak.
Walaupun sebenarnya saya juga pernah melepas ayam hutan atau pun terlepas di sekitar pekarangan rumah yang wilayahnya lumayan luas namun sebuah perkebunan, dan ayam hutan yang lepas tersebut tetap terlihat di pekarangan rumah atau kembali pulang dan tidur di beberapa pohon yang ada di sekitar kandangnya. dan hal itu bukan kebetulan jinak atau apa-apa tapi kejadian ini sudah sering terjadi baik yang tidak sengaja ataupun sengaja. jadi kemungkinan ayam hutan di umbar dalam artian lepas tapi tidak masuk kekandang itu bisa terjadi namun wilayah rumah harus luas dalam artian perkebunan atau wilayah yang ada banyak pepohonan bukan di daerah padat penduduk.  karena saya memperhatikan ayam hutan yang lepas memang saat melihat orang tetap lari namun saat suasana sepi barulah dia kembali.
Dan juga ada tambahan perawatan yang sangat saya sarankan yaitu memberikan vaksin pada ayam hutan karena vaksin sangat berpengaruh besar dalam penangkaran ayam hutan. saya sempat berpikir ayam hutan itu sangat kuat daya tahan tubuhnya, ternyata itu sama sekali tidak benar. karena saya sudah melihat ayam hutan sangat rentan sekali terhadap kematian baik itu karena wabah penyakit ataupun stress. itupun terjadi pada ayam hutan yang hidup di hutan yang berdekatan dengan rumah penduduk yang saat terjadi wabah penyakit ayam dan ternyata ayam hutan pun punah oleh penyakit tersebut, ini saya sudah alami dan perhatikan di beberapa Lokasi Memikat ayam. namun yang jauh di pemungkiman penduduk memang ayam tsb masih aman dari wabah penyakit pembunuh ayam. oleh karena itu saya sangat menyarankan ayam hutan dalam penangkaran di berikan vaksin sesuai dengan prosedur dan waktu yang di tentukan.
Mempercepat ayam hutan kawin
Ini lah tahap yang paling di tunggu-tunggu oleh para peminat ayam hutan, yaitu mengawinkan ayam hutan untuk mendapatkan keturunannya. dengan bentuk dan kualitas tertentu yang di inginkan oleh peminat ayam hutan. ada yang di silangkan ayam hutan jantan dengan ayam betina berbagai varietas dan jenis juga ada yang melakukan sebaliknya menyilangkan ayam hutan betina dengan ayam jantan ayam berbagai varietas dan jenis. Kedengarannya sangat mudah tapi untuk mengawinkan ayam hutan di perlukan keterampilan khusus karena banyak orang menganggap remeh dalam mengawinkan ayam hutan untuk di silangkan dengan ayam jenis lain.
Kita dapat menemukan peminat ayam hutan yang mengeluh dan bahkan sering menemukan ayam hutan mereka mati sebelum mendapatkan keturunannya. sungguh ironis bukan ? padahal mendapatkan ayam hutan belum tentu murah dan bahkan kita harus mengeluarkan uang lebih untuk mendapakan ayam hutan. ini adalah hal-hal yang harus di perhatikan
  1. makanan di berikan yang mengandung protein dan vitamin yang cukup. usahakan makanan yang di berikan memberikan efek penambah hormon yang menghasilakan sperma ayam banyak dan membuat libido ayam jadi tinggi. jenis makanan tersebut bisa berupa. serangga, cacing, ulat, juga berapa rumputan, juga makanan kosentrat berupa makanan laut.seperti udang kering, ataupun udang halus, namun jika sulit menemukannya. cukup makanan dari pabrikan yaitu makanan yang di jual dipasaran berupa makanan untuk ayam/puyuh bertelur.  makanan ini sangat ampuh untuk memperbanyak sperma ayam dan tingkat bertelur pada ayam. namun harus di perhatikan makanan ini harus di campur dengan makanan kesukaan ayam hutan tersebut. yaitu di campur seperti padi, jagung, kacang-kacang atau yang lainnya.. jika makanan tadi rutin di berikan maka ayam akan cepat kawin dan bertelur.
  2. Kandang harus dijamin tertutup rapat dengan kain atau penutup khusus sebelum ayam hutan di masukkan ke dalam kandang. disiapkan tempat bertelur ayam seperti kotak, box, kardus, atau rumputan kering. ada hal yang harus di perhatikan jika betina adalah ayam hutan asli maka tempat bertelur di letakkan di tanah karena ayam hutan betina tidak biasa bertelur di kotak2 karena jiwanya liar maka harus dengan rumputan kering yang banyak. sedangkan jika betina ayam jenis rumahan. maka tempat bertelur tergantung keinginan anda sendiri , bisa di kotak atau di tanah. dan INGAT jika anda ingin mengembangkan ayam hutan jangan sering2 melihat kandang. karena ayam hutan akan merasa sangat terganggu. maka siapkanlah makanan yang cukup banyak dan kering untuk 1-2 minggu kedepan serta siapkan minuman yang banyak untuk 1-2 minggu ke depan. Namun usahakan stok makanan bisa lebih lama lagi bisa 1 bulan kedepan maka lebih baik.
  3. Rumus beternak ayam hutan ialah semakin jauh dari keramain semakin jarang untuk di ganggu baik itu berupa ngintip-ngintip, kontak fisik, mengganggu kandang, suara ribut-ribut. atau sekedar melihat-lihat. maka jika terhindar dari hal tadi semakin cepat ayam hutan berkembang biak dan kawin, oleh karena itulah makanan dan minuman harus di siapkan dengan skala besar dengan tingkat protein dan kadar perangsang hormon yang tinggi juga makanan kering. hingga ayam merasa nyaman dan tidak ada gangguan. kecuali jika peminat ayam ingin memberikan makanan hidup berupa jangkrik, ulat-ulat, cacing atau belalang maka buatkan lobang kecil untuk bisa memasukkan makanannya..
Teknik menjinakan ayam hutan
Ada banyak teknik dalam menjinakkan ayam hutan merah ori baik yang baru dapat ataupun yang sudah lama di kandang. teknik yang saya ajarkan adalah sebagian kecil dari ilmu menjinakkan ayam hutan merah.
  • Ini lain hal lagi dengan catatan yang di atas yaitu mengenai penangkaran ayam hutan merah dan ini saya khususkan untuk ayam pajangan dan pikat yaitu ayam hutan yang bisa sering-sering di sentuh dan bahkan di jadikan ayam pemikat atau bisa di bilang ayam hutan merah yang di jinakkan khusus ini adalah ilmu turun temurun yang di miliki oleh para pemikat khusus dimana ilmu ini mungkin sangat jarang orang yang tahu dan mengaplikasikannya. ini bukan sihir ataupun ilmu gaib. tapi ketelatenan dan kesungguhan yang kuat di minta untuk menjinakkan ayam hutan merah.
  • Buat kandang pajangan ukuran 1x1x1m namun seluruh dindingnya harus terbuat dari waring, karung, jaring yang penting tidak akan melukai ayam hujan jika ayam meronta-ronta. kemudian ayam hutan di beri ikatan kaki dengan tali sepanjang 2 meter atau lebih tujuannya saat ayam hutan di letakkan di halaman dan terbang kakinya tidak tertarik kencang sehingga bisa mengakibatkan kesakitan atau pincang karena tersentak . oleh karena itu di butuhkan tali pengikat kaki ayam yang panjang.
  • Nah tekniknya begini ayam hutan yang baru di dapat atau yang sudah ada, di kurung 1-2 minggu hingga ayam sudah cukup mengenal makannya dan rajin makan setelah ayam hutan sudah mulai makan dan cukup fit kondisinya. waktunya untuk mengikat kaki ayam dengan tali ikat kaki namun tali nya harus panjang 2-5 meteran. kemudian ayam hutan tadi di mandikan saat udara cukup panas untuk di jemur kemudian di pancangkan atau di letakkan di halaman agar ayam bisa berjemur untuk mengeringkan bulunya. pastikan tidak ada ayam peliharaan lain yang lepas yang akan menggangu ayam hutan tsb.
  • Setelah bulu ayam hutan kering maka alus lah teknik hipnotis ayam. yaitu tidurkan ayam hutan secara terbalik sehingga kaki ayam hutan di atas kemudian tutup mata ayam hutan hingga dia tertidur biarkan beberapa saat hingga ayam tertidur lelap. kemudian ulangi lagi hal tersebut hingga beberapa kali sampai ayam tersebut benar2 merasa nyaman di dekat anda. setelah itu lakukan teknik mengelus dagu ayam .. ada bulu-bulu halus antar gelambir bawah ayam. maka elus bulu tersebut hingga ayam tersebut merasa nyaman. ayam tetap di tidurkan atau kaki ayam tetap ke atas. ( anda biasa melakukan teknik ini pada kucing dan anjing atau sapi mengusap leher mereka ) kemudian ayam di lepas di pekarangan dalam cacatan tali ayam tetap di pancang ke tanah atau di ikat di pohon. sehingga ayam akan terbiasa .
di sini anda akan menemui beberapa masalah yaitu ayam meronta-meronta saat akan di tangkap. oleh karena itu saat menangkap ayam mulai dari mengambil talinya kemudian pegang kaki dan sayap kemudian baru lakukan teknik hipnotis ayam dan teknik alus leher. Setelah melakukan aktifitas ini maka kembalikan ayam pada kurungan yang telah di buat tadi yang berdindingkan waring/karung/ jaring.

Cara Memilih Anak Ayam Bangkok yang Bagus? Ini 5 Ciri Fisiknya!

Memilih Anak Ayam Bangkok yang bagus adalah pekerjaan mudah bagi banyak pehobi ayam. Melihat sekilas dari fisiknya saja, umumnya orang yang sudah berpengalaman pasti akan tahu bagaimana kualitas tarung ayam tersebut. Namun, beda halnya jika yang dipilih atau dinilai adalah ayam anakan yang pertumbuhan fisik masih belum optimal. Pertumbuhan fisik penentu karakter tarung seperti kepala, bulu, sisik kaki, dan leher pada anak ayam bangkok masih dalam proses sehingga akan terlalu dini jika harus dinilai.




Anak Ayam Bangkok yang Bagus

Kendati kualitas tarung ayam bangkok sulit dinilai pada usia dini, bukan berarti tidak ada sama sekali cara yang bisa dilakukan untuk memilih anakan ayam bangkok seperti apa yang calonnya punya kemampuan tarung memuaskan. Saya telah melakukan pendalaman terhadap masalah ini. Saya pun sudah menemukan beberapa celah penilaian ciri-ciri anak ayam bangkok calon juara terutama untuk anak ayam yang usianya sudah > 5 bulan. Apa saja celah dari ciri fisik anak ayam bangkok berkualitas. Berikut ini pembahasannya.


1. Kepala

Anak ayam bangkok yang bagus umumnya memiliki bentuk kepala menyerupai kepala burung jalak. Bentuk kepala yang agak tebal, panjang, dengan kulit tipis dan halus umumnya menunjukan bahwa kelak anak ayam tersebut mempunyai daya tahan yang baik terhadap pukulan, tidak cengeng saat mendapat luka pasca bertarung, dan punya penampilan yang berwibawa.

2. Paruh

Paruh anak ayam bangkok yang baik adalah paruh yang di bagian atasnya terdapat garis tengah seperti paruh burung rajawali. Ciri ini menunjukan bahwa paruh anak ayam tersebut adalah paruh yang kuat, ganas, dan mematikan saat mematuk tubuh lawan. Usahakan pula untuk memilih anak ayam yang warna paruhnya tembus atau sama dengan warna ruas kakinya.

3. Mata

Mata anak ayam yang bagus adalah yang bulat, jernih, dan letaknya agak masuk ke dalam (tulang alis menonjol). Mata yang demikian menunjukan bahwa ayam bangkok tersebut saat dewasa nantinya memiliki tingkat kewaspadaan tinggi terhadap pukulan sehingga akan sulit diserang dan dilukai lawannya.

4. Kaki

Saya biasanya melihat bentuk kaki sebagai prioritas utama dalam memilih anak ayam bangkok berkualitas. Kaki yang proporsional dengan lutut menjorok ke belakang, jari normal panjang dan terbuka lebar, serta sisiknya agak kering adalah ciri anak ayam bangkok calon juara. Pukulan  ayam bangkok dengan ciri tersebut biasanya terarah dan sangat kuat. Kuda kudanya pun juga pasti seimbang.

5. Tulang

Ada 3 bagian tulang yang penting digunakan sebagai indikator kualitas anak ayam bangkok calon juara. Ketiganya yaitu tulang leher, tulang badan, dan tulang kaki.

Tulang leher yang baik adalah tulang leher yang tersusun rapat, agak panjang, dan berukuran besar. Tulang leher seperti ini sangat menunjang pergerakan kepalanya di kemudian hari. Untuk meliuk, ngeles, ngunci dan ngalung, ayam bangkok dengan bentuk tulang leher seperti ini biasanya sangat mudah melakukannya.

Tulang badan  terutama di bagian dada harus besar dan tebal. Tulangnya memanjang dari bagian dada hingga tulang belakang. Tulang badan juga harus rapat, kuat, dan keras saat diraba, terutama tulang penghubung antara tubuh dan tulang ekor.

Tulang kaki ada 2 jenis, yaitu membulat dan persegi (punya lekukan seperti buah belimbing). Untuk ayam tipe pukul sebaiknya Anda memilih anak ayam dengan tipe tulang membulat. Tipe tulang seperti ini umumnya akan menghasilkan pukulan yang keras, pedas dan membekas.

Nah, itulah beberapa ciri fisik yang bisa menjadi pedoman dalam memilih anak ayam bangkok berkualitas. Saya biasa menggunakan pedoman ini saat memilih anak-anak ayam yang akan dipelihara sebagai petarung sejati.Lihat tips -tips lainnya tentang memelihara hewan kesayangan anda  di blog Hobi Piara  , semoga bermanfaat.