google.com, pub-0499253383948661, DIRECT, f08c47fec0942fa0

CARA PELIHARA IKAN PIRANHA PERUT MERAH DI AKUARIUM



Ikan Piranha merah atau piranha perut merah (Pygocentrus nattereri) menjadi member dari subfamili piranha Serrasalmidae. 

Mereka hidup dalam kelompok besar. Sebagian besar waktunya digunakan untuk memburu dan melahap mangsa. Tak heran kalau ikan ini betah tinggal di perairan yang kaya akan makanan.

Piranha perut merah sendiri sering ditemukan di perairan dangkal, perairan dalam, dan perairan berlumpur. Keberadaan mereka membawa bahaya bagi hewan lain, termasuk manusia.


Habitat aslinya sendiri ada di Sungai Amazon, cekungan sungai pesisir Brasil barat laut, dan Paraguay-Parana. Mereka juga tersebar di basin sungai Essequibo. Beberapa cekungan sungai ini ada di Peru, Argentina, Guyana, Bolivia, Ekuador, Paraguay, Urusuay, dan Brasil. Warna ikan di alam liar bisa jadi berbeda ketika mereka tinggal dalam akuarium. Hal itu tergantung makanan dan kondisi akuariumnya. 


Deskripsi piranha perut merah

Piranha di alam liar bisa tumbuh sampai 30 cm. Namun jika sudah memasuki akuarium, piranha perut merah ini cenderung berukuran kecil. Masa hidupnya sendiri sekitar 10 tahun. Namun ada juga yang bisa bertahan sampai lebih dari 20 tahun.

Warna tubuh piranha tergantung habitatnya. Variasinya dari kemerahan hingga kekuningan. Bagian tubuh lain tampak berwarna emas, perak, dan hitam. Ukuran siripnya juga berlainan, dipengaruhi oleh faktor habitat dan umpannya.

Kepalanya memiliki warna yang berbeda, tergantung dari makanannya. Bentuk kepalanya juga yang tumpul, lalu di atas matanya terdapat semacam cekungan kecil.


Kesulitan memelihara piranha perut merah

Menu makan piranha yang ada di penangkaran tidak sulit. Lagipula ikan ini bukan tipikal penuntut. Namun tetap saja ikan ini bukan peliharaan yang cocok ditangani aquarist pemula. Bagaimana pun, piranha ini termasuk ikan berukuran jumbo dan predator natural. Anda pun dituntut untuk selalu waspada. Sebab, tak jarang piranha ini menyerang dan menyakiti pemiliknya sendiri. Contohnya ketika anda mengangkut dan memindahkan ikan ke akuarium lain.


Memelihara piranha perut merah dalam akuarium


Ukuran tangki atau akuarium yang ideal untuk piranha ini yaitu 240 liter lebih. Suhunya 24 sampai 27 derajat Celcius. Sedangkan pH-nya antara 6,5-7,5. Ikan ini aktif, agresif, dan berenang di seluruh lapisan air. Baca : Memelihara Ikan Pacu di Akuarium

Tangki berukuran lebih dari 240 liter bisa ditempat oleh, setidaknya, 4 spesies ikan piranha. Sebenarnya mereka agak pemalu, sehingga disarankan agar anda menyediakan spot-spot untuk bersembunyi dalam akuarium. Gunakan bebatuan atau dekorasi keras, karena piranha ini gemar merusak.

Air untuk piranha mesti selalu bersih. Pemeriksaan kandungan nitrat dan amonia mesti dilakukan secara rutin . Lakukan dengan cara memperbarui dan menguji air. Anda juga mesti memiliki filter eksternal agar kemurnian air terus terjaga.


Makanan Ikan Piranha di Akuarium

piranha aquarium, aquarium piranha, setting aquarium piranha, piranha aquarium fish, piranha dalam aquarium, piranha for aquarium, piranha habitat aquarium, piranha in aquarium, makanan piranha aquarium, types of aquarium piranha, akuarium untuk piranha

Ketika memburu makanan, ikan ini mengandalkan serangan tiba-tiba yang sangat cepat. Penciuman mereka sangat sensitif, apalagi kalau ada darah. Mereka akan dengan mudah menemukan sumber darah itu dan mencabik-cabik incarannya. Mereka juga kerap mengeroyok mangsa sampai tak berdaya.

Jika piranha melihat ikan hewan lain, meski dalam air berlumpur, maka kemungkinan besar nyawanya akan melayang. Kumpulan ikan yang diburu oleh piranha akan panik sendiri. mereka berusaha melarikan diri. Namun usaha mereka kalah oleh kegesitan piranha, yang langsung menelan bulat buruan kecil dan merobek-robek mangsa besar, lalu melahapnya juga.


Saking rakusnya, ikan piranha perut merah ini memakan apa pun yang mereka lihat. Bahkan ikan jantan bisa mengonsumsi tanaman air juga. Hanya saja, penemuan ilmuwan menunjukkan kalau piranha ini tidak melukai lele sehat dari jenis Hoplosternum. Bahkan lele ini punya nyali besar untuk mendekati piranha dan memakan parasit yang terdapat pada kulitnya.

Menu utama piranha adalah ikan lain. Namun mereka juga bisa menyerang mamalia lain yang sedang minum atau berenang. Termasuk burung malang yang sedang berada di dekat air. Untuk piranha akuarium sendiri, mereka bisa diberi makan berupa udang beku, fillet ikan, daging cumi, kulit ular, jantung, tikus, dll.

Mereka tidak disarankan mengonsumsi produk pakan ikan khas pasaran, termasuk pelet atau serpihan. Mereka lebih bernafsu melahap makanan daging seperti cacing, ikan, dan udang. Kalau mau, mereka juga bisa diberi sayuran/tanaman. Namun hati-hati jika anda ingin menyuapinya, salah-salah malah tangan anda sendiri yang terluka dan berdarah.


Teman yang sesuai untuk ikan piranha perut merah

Menyatukan piranha dengan ikan lain tentu jadi ide kontroversial. Ada yang beranggapan kalau hal tersebut mustahil terjadi. Ada juga yang membuktikan kalau piranha memang bisa berbagi tempat tinggal dengan ikan-ikan kecil. 


Kesuksesan tersebut tentu dipengaruhi banyak faktor. Entah itu terkait ukuran akuarium, jumlah piranha, banyaknya tanaman, pola makan, temperamen masing-masing ikan, dsb. Namun ikan piranha lebih aman disatukan dengan spesies ikan berukuran besar. Contohnya pleco, lele raphael bergaris, pacu hitam, dll.


Bristlenose pleco dan pleco umum juga bisa menjadi rekan ideal bagi piranha ini. Keduanya lebih senang berenang di lapisan air bawah. Sehingga mereka terhindar dan terlindungi dari agresivitas piranha. untuk jaga-jaga saja, sebaiknya selalu awasi piranha. Kalau memang sangat ragu, sebaiknya mereka hidup dalam satu spesies saja.


Perbedaan jenis kelamin Piranha Perut Merah

Menentukan mana piranha perut merah jantan dan betina terbilang cukup sulit. Anda mungkin baru ngeh ketika ikan memasuki masa pemijahan, baik dari penampilan maupun kelakuannya. Piranha betina memiliki perut yang lebih buncit. Sementara itu, piranha jantan tampak berwarna cerah.

Jenis tanaman air tawar untuk aquarium dan cara perawatannya

Amazon Sword

Tanaman amazon sword merupakan tanaman yang berasal dari Amerika selatan dan sangat terkenal sebagai salah satu jenis tanaman yang sering digunakan di akuarium air tawar.

Hal ini dikarenakan tanaman ini sangat mudah sekali dirawat dan juga memiliki ketahanan yang sangat tangguh.

Tanaman yang mampu beradaptasi di berbagai kondisi ini memiliki karakteristik yang unik dan sangat cocok untuk dijadikan tanaman hias pada akuarium.



Seperti namanya daun tanaman ini layaknya pedang yang menjulur ke atas, bahkan tingginya bisa mencapai dengan sekitar 50 cm.

Tanaman Amazon Sword adalah tanaman akuarium air tawar yang umum dan populer yang dijual di toko hewan peliharaan saat ini. Penggemar mungkin menemukan di toko yang berbeda menjual varietas tanaman yang berbeda dengan nama "Amazon Sword." Satu varietas, Echinodorus bleheri memiliki daun lebar. Varietas lain, Echinodorus amazonicus memiliki daun lebih sempit. Namun demikian, varietas tanaman ini bisa menjadi tambahan yang bagus untuk akuarium air tawar. Perlu diketahui bahwa "Amazon Sword" dapat merujuk ke tanaman serupa yang terlihat sedikit berbeda.

Java Moss



Salah satu tanaman yang paling mudah ditemukan dan cocok di air tawar adalah jenis tanaman java moss.

Jenis tanaman ini akan paling sering anda lihat di setiap akuarium air tawar, dengan perawatan yang mudah dilakukan membuat tanaman java moss lebih banyak diminati oleh setiap orang.

Tanaman ini merupakan tempat favorit bagi  setiap jenis ikan kecil untuk bersembunyi, dan mampu mempercantik kesan yang ada pada akuarium.

Anda perlu memperhatikan juga intensitas cahayanya agar tidak terlalu terang karena bisa mengakibatkan tanaman ini mengalami sebuah kerusakan.

Awalnya ditemukan di Asia Tenggara, kini Java moss dilaporkan sebagai spesies invasif di beberapa daerah beriklim tropis. Bahkan, banyak orang menganggapnya sebagai spesies invasif di akuarium rumah karena sangat sulit untuk dihilangkan begitu ditanam di akuarium.

Java moss paling dicari untuk akuarium pembiakan karena memberikan banyak manfaat bagi anak ikan (burayak). Moss yang tumbuh dengan padat memberikan perlindungan sempurna bagi ikan yang baru lahir dan juga memberi manfaat tambahan yaitu menyediakan makanan untuk ikan kecil. Banyak jenis infusoria mikroskopis hidup pada sulur panjang moss dan menjadi makanan untuk burayak yang sulit makan.

Perawatan

Menanam Java moss sangat mudah dan tidak seperti banyak tanaman lainnya yang lebih rewel. Mereka tidak membutuhkan pencahayaan khusus atau nutrisi tambahan. Mereka bahkan akan berkembang di akuarium dengan pencahayaan yang sangat rendah dan akan mulai menderita jika ditempatkan di akuarium dengan pencahayaan yang terlalu terang. Ketika ditempatkan di akuarium yang terang benderang, biasanya moss akan diselimuti alga dan akhirnya bisa mati jika benar-benar tertutup.

Kemudahan perawatan Java moss masih ditambah dengan fakta bahwa mereka sebenarnya tidak perlu ditanam dalam substrat. Untuk mencegah moss terus bergerak di sekitar akuarium, kebanyakan orang menempelkannya pada batu atau kayu apung. Tanaman ini juga terlihat menakjubkan secara visual ketika dibentuk menjadi dinding lumut, yang dapat dilakukan dengan menjepit moss di antara dua benda dan menempelkannya pada bagian belakang akuarium.

Menempelkan Java moss ke batu atau kayu apung mudah dan dapat dilakukan dengan mengikatnya dengan senar pancing atau benang berwarna gelap. Beberapa orang juga sukses menggunakan jaring kawat. Setelah setidaknya satu bulan pertumbuhan, Java moss akan mengaitkan dirinya sendiri dan senar pancing atau benang dapat diambil pada saat itu


Java Fern



Java fern merupakan tanaman yang paling sering anda temui dan juga mudah di dapatkan untuk dijadikan tanaman penghias akuarium air tawar.

Banyak ikan kecil dan juga udang menjadikan tanaman ini merupakan tempat bermain, tentu saja dengan begitu anda bisa memperhatikan setiap gerak gerik ikan dengan keindahan pesona yang dihadirkan.

Ketahui juga mengenai Cara Agar Bunga Buah Naga Berbuah bila anda sedang melakukan budidaya buah naga. Tanaman java fern memiliki beberapa ciri seperti dengan daun yang panjang dan bergerombol. Selain itu java fern merupakan tanaman yang bisa hidup dalam cahaya rendah hingga sedang yang membuatnya semakin mudah bermanfaat.


Apabila anda menghadirkan tanaman ini pada akuarium air tawar anda tentu saja selain menjadi pemanis, maka juga mampu memberikan perlindungan bagi jenis ikan yang ada dalam akuarium.


Cryptocoryne wendtii


Tanaman cryptocoryne merupakan tanaman yang indah dan sangat unik untuk anda tanamkan pada akuarium air tawar anda.


Akan tetapi meskipun tanaman ini memiliki sebuah pesona yang indah dan bisa menjadi penghias akuarium air tawar. Anda harus memperhatikan sebuah perawatan yang intensif supaya tanaman ini bisa bertahan lebih lama.


Ketahui juga oleh anda mengenai Cara Agar Bunga Belimbing jadi Buah apabila anda memiliki tanaman belimbing di pinggir rumah. Tanaman jenis crypto merupakan tanaman yang sangat cocok bagi anda  yang baru memulai menanam tanam crypto pada akuarium. Bahkan banyak yang sudah mahir dalam mengelola akuarium yang menggunakan tanaman ini.

Apabila anda hendak menggunakan tanaman ini pada akuarium air tawar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya tanaman bisa tahan lama. Diantaranya adalah seperti dengan memperhatikan setiap ada perubahan parameter air, hal ini karena bisamenyebabkan tanaman ini kehilangan sebagian besar daunnya.


Water Wisteria



Tanaman Water Wisteria sangat merupakan tanaman yang sangat disarankan untuk ditanam dalam sebuah akuarium.

Hal ini dikarenakan bentuk tanaman yang unik bisa mempercantik akuarium anda, bahkan perawatannya juga sangat mudah tentu saja sangat cocok untuk pemula yang menginginkan keindahan pada akuarium nya. Ketahui juga oleh anda Cara Agar Bunga Durian Tidak Rontok  apabila anda memiliki pohon durian.

Untuk perawatannya sendiri anda tidak akan kerepotan bila menggunakan tanaman ini, karena tanaman water wisteria memerlukan penerangan yang sedang.

Bahkan dalam kondisi apapun juga tanaman ini bisa tumbuh subur. Adapun karakteristik dari tanaman water wisteria adalah seperti dengan memiliki daun yang hijau seperti renda yang memberikan kesan bahwa akuarium tertutup karpet yang indah.


Ganggang



Ganggang atau biasa juga disebut Hornwort merupakan tanaman yang dikenal secara umum adalah tanaman lumut tanduk.

Tanaman ini sangat cocok bila ditempatkan pada akuarium air tawar, selain menghadirkan sebuah karakter yang sangat khas akan keindahannya, anda bisa mendapatkannya dengan mudah.

Perawatan nya pun juga tergolong mudah dilakukan, karena ganggang sendiri bisa dengan cepat beradaptasi di berbagai kondisi air tawar. Hal ini jelas membuat tanaman ini akan sangat tepat untuk menghiasi akuarium air tawa yang ada di rumah anda.

Ketahui juga oleh anda  mengenai Tips Agar Bunga Hortensia Cepat Berbunga dan juga Tips Agar Bunga Petai Tidak Rontok apabila anda memiliki tanaman hortensia dan petai


CARA MUDAH TERNAK IKAN CUPANG MENGGUNAKAN BASKOM



Persiapan pengembangbiakkan ikan cupang, dengan menyiapkan wadah baskom kecil sekitar 20x20x20 cm, air (bukan air PAM) atau kalau bisa menggunakan air tanah atau air sungai.

Setelah itu, jangan lupa siapkan wadah toples kecil, untuk ikan cupang betina nantinya. Di dalam wadah baskom, tempat proses pemijahan, Siapkan daun kering yang lebar ( kalau ada pakai daun ketapang )  sebagai tempat gelembung2 dimana telur ikan cupang menempel

Ada hal yang perlu kamu ketahui juga tentang calon benih ikan cupang yang akan lahir nanti. Karena ikan cupang bisa menghasilkan setidaknya sampai 1000 butir telur, dalam sekali pemijahan lho! Telur-telur ikan cupang akan segera menetas selama 24 jam setelah pembuahan induk.

Namun, dari 1000 telur, kira-kira hanya akan ada 30-50 ekor ikan cupang saja yang berhasil dibudidayakan, hingga proses panen. Ketika ikan cupang sudah dikawinkan, ikan cupang betina tidak bisa dikawinkan kembali, berbeda dengan ikan cupang jantan yang masih memiliki kesempatan untuk kawin lagi, bahkan hingga 8 kali dengan jarak 2-3 minggu.

Proses Pemijahan Ikan Cupang

Jika persiapan pemijahan ikan cupang sudah siap, selanjutnya kamu bisa melakukan proses pemijahannya. Caranya sebagai berikut:




Ambil wadah baskom yang sudah disiapkan tadi (air dengan tinggi 10-15cm, daun sebagai tempat gelembung ikan menempel ).

Masukan ikan cupang jantan ke baskom, biarkan selama satu hari penuh. Hal ini dilakukan untuk memberikan waktu ikan cupang jantan, untuk menghasilkan gelembung udara, yang berfungsi untuk menyimpan beberapa telur yang sudah dibuahinya nanti.

Akan tetapi, jika ikan cupang jantan belum juga membuat gelembung, kamu bisa mengakalinya dengan cara memancing dengan ikan cupang betina.

Caranya, letakkan ikan cupang betina di dalam toples kecil, lalu toples tersebut letakan di dalam baskom yang terdapat ikan cupang jantan tadi (masih dalam keadaan terpisah, sampai ikan cupang jantan menghasilkan gelembung).



Jika ikan cupang jantan sudah mulai membuat gelembung udara, kamu bisa langsung menyatukan mereka (ikan cupang jantan dan betina).

Waktu yang baik untuk proses pemijahan ini, biasanya pada pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Karena suhu udara akan mempengaruhi sifat kedua ikan tersebut.

Selama proses pemijahan, sebisa mungkin tutup baskom dengan penutup seperti kain atau koran, dan letakan baskom jauh dari kebisingan dan jangkauan manusia.


Jika proses pembuahan sudah terjadi, dan telah terlihat telur-telur berada di gelembung-gelembung yang sudah dibuat si jantan, kamu bisa langsung pisahkan ikan cupang betina. Karena, jika tidak dipisahkan, ikan cupang betina akan memakan benih-benih tersebut.



Telur atau benih ikan cupang akan dijaga oleh si jantan. Ikan cupang jantan akan bertanggung jawab akan pertumbuhan benih-benih tersebut.

Besoknya, telur-telur akan menetas menjadi burayak. Kamu tidak perlu memberi makan mereka selama 3 hari beturut-turut, karena mereka masih memiliki beberapa nutrisi.



Setelah itu, baru kamu bisa memberinya makan, namun tidak berlebihan.

Setelah dua minggu, kamu bisa pisahkan ikan cupang jantan dengan anak-anaknya.

Setelah 1,5 bulan, anak-anak ikan cupang tentunya sudah menjadi ikan cupang yang tumbuh dewasa. Di saat inilah kamu bisa memisahkan ikan cupang betina dan jantan, masih ingat kan?

Pembesaran Anakan Ikan Cupang

Burayak sampai umur 2-3 hari tidak perlu diberi makan karena adanya cadangan kuning telur (egg yolk) dalam tubuhnya. Pembesaran burayak tidak sesulit seperti yang kita bayangkan asal kita mengetahui tahap-tahapnya, dan itu merupakan tantangan tersendiri bagi para breeder pengembangbiak.

1. Dengan meletakkan tanaman air pada wadah pemijahan berguna dalam menyumbangkan sedikit infusoria secara alami buat burayak.

2. Setelah burayak dapat berenang bebas secara otomatis dan naluri alamiahnya akan berburu untuk makan, dan secara naluri pula mereka dengan atraktif akan menyerang sesuatu yang bergerak.

3. Pada saat burayak berumur 3-4 hari dapat diberikan vinegar eels (belut cuka), gerakannya disukai serta menarik minat burayak dan bentuknya yang sangat kecil cukup pas untuk burayak memakannya. Anda dapat juga memberi makan burayak dengan infusoria, rotifera atau micro worms (cacing sutra).

4. Setelah burayak berumur 1 minggu dapat diberikan pakan kutu air saring atau BBS (Baby Brine Shrimp)/Artemia yang telah dikultur.

5. Pemberian kutu air dan Artemia bisa dilanjutkan hingga burayak berumur 3 minggu, dan dapat juga dicampur/divariasi dengan cacing tubifex sp., chironomus sp., ataupun vinegar eels karena pertumbuhan burayak sering kali tidak sama.

6. Pada umur 5 minggu burayak siap untuk dilakukan pendederan atau dipindahkan ketempat yang lebih besar ataupun kolam. Pada saat ini porsi pemberian pakan lebih banyak dan dilakukan penggantian air secara kontinyu.

7. Pada usia 4 hingga 6 minggu burayak mulai terbentuk organ labirinnya dan mereka mulai menuju permukaan untuk bernafas (mengambil oksigen langsung dari udara).

8. Setelah lewat umur 6 minggu pemberian diet makanan mulai variatif, jentik nyamuk (cuk), kutu air dan bloodworm.

9. Lakukan penggantian air sebanyak 30% dengan cara siphon atau membuka drain/valvenya, sekaligus membersihkan kotoran dan sisa pakan yang ada didasar. Kemudian tambahkan air baru yang telah diendapkan secara lembut/perlahan. Sejak usia 4 minggu naluri bertarung sudah mulai tampak dan penggantian atau penambahan air baru/bersih akan merangsang aktivitas hormonal ikan yang mengarah kepada agresivitasnya. Untuk meminimalisir pertarungan, gunakan tempat atau space yang lebih besar atau dapat juga meletakkan tanaman air hidrilla atau dapat juga menggunakan serabut rafia untuk menghindari pertemuan langsung yang berakibat timbulnya pertarungan.

10. Umur 7 hingga 8 minggu mulai dapat disortir jantan atau betina.

11. Umur 10 hingga 12 minggu dapat disortir berdasarkan grade A, B, atau C. pisahkan mereka karena masing-masing memiliki nilai jual yang berbeda.

Pilih anakan yang kwalitas baik atau super, dan diletakkan mereka dalam aquarium terpisah (soliter). Gunakan aquarium berukuran minimal 15x15x20 Cm. dan lakukan penggantian air 30% – 50% setiap 3 – 7 hari. Kunci utama dalam perawatan adalah kwalitas air yang baik dan pakan yang baik, karena hal ini berakibat langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan.

Langka, Ikan Cupang Alam ini Harganya sangat Mahal

Betta imbellis (Slugger's Betta)

Betta imbellis adalah sejenis cupang yang terdapat Medan Indonesia dan Malaysia yang memiliki bentuk tubuh silinder dan memiliki warna tubuh hijau tua atau biru cemelang, kepalanya berbentuk bulat panjang dan berwarna hitam legam.


Sirip ingsang berwarna hitam transparan. Namun kerap di jumpai sirip insang berwarna merah adapun sirip anal pendek dan berwarna merah dengan ujung berwarna putih,sirip ekor dan perut berwarna merah dan tepi sirip berwarna hijau atau biru. Sementara sirip punggung berwarna hijau atau biru dihiasi dengan bercak warna hitam. Cupang ini merupakan cupang yang asli dari perairan Indonesia dan kerap dijadikan cupang aduan.

Betta Mahachaiensis


Betta Mahachaiensis ini berasal dari Thailand. Cupang ini adalah cupang yang membangun sarangnya dengan busa (bublle nest). Betta mahachaiensis berwarna hijau metalik. Ikan ini sering termasuk ikan cupang yang sering diadu

Betta Picta (Painted Betta)


Betta Picta ini berasal dari pulau Jawa. Jenis cupang ini mudah untuk diternakan. Sayangnya jenis cupang ini warnanya tidak semenarik saudara-saudaranya sehingga kurang diminati dipasaran. Betina jenis cupang ini (betta picta) kadang suka berkelahi dengan jantannya sehingga sebaiknya dipisahkan apabila ini terjadi

Betta Patoti

Betta Patoti ini berasal dari Kalimantan.

Betta Smaragdina (Emerald Betta)

Betta Smaragdina ini berasal dari negara kamboja. Tubuh betta smaragdina berbentuk pipih dan berwarna hijau kehitaman dengan kepala pendek berwarna kehitaman.Sirip insang berwarna hitam transparan.

Adapun sirip analnya berukuran sedang dan berwarna hitam dengan bagian ujung berwarna putih kehijauan, sirip perut dan sirip ekor berwarna hijau tua dengan totol-totol hitam. Sementara sirip punggung berwarna hijau muda dihiasi bercak hitam. Ukuran panjang saat dewasa yaitu 6cm.  
Itu tadi beberapa jenis ikan cupang / betta spesies yang ada di alam liar, namun keberadaanya kini banyak di cari oleh para kolektor maupun para pecinta ikan cupang di seluruh dunia pasalnya ikan cupang alam ini sudah langka dan jarang di temui di alam liar. 

Cupang Brunei - Cupang Langka Yang Di Lindungi Oleh Sultan

 Cupang Brunei

Cupang brunei atau Betta macrostoma merupakan jenis ikan cupang yang berasal dari Brunei dan Serawak. Ikan jenis ini dilindungi oleh Sultan Brunei apabila ada yang membawa keluar dari negara itu dapat dikenakan hukuman, akan tetapi ikan ini diekspor secara ilegal.

Pemeliharaan Brunai Beauty ini sangat sulit. Hanya seseorang yang spesialis yang dapat untuk memeliharanya. Ikan ini membutuhkan air murni asli dan sangat lembut (90% RO), dengan filtrasi arus kuat, Aquarium yang agak besar juga disarankan, ikan bisa berenang sangat cepat, dan telah dikenal (untuk membunuh dirinya sendiri) dengan berenang melawan kaca tangki. Tangki harus ditutup sangat baik, Betta macrostoma adalah pelompat yang sangat baik, dan rentan terhadap udara dingin. Tempat persembunyiannya terutama tanaman mengambang. Filter UV sangat dianjurkan dalam memelihara ikan ini.




Pelihara Arapaima Bisa Ditangkap, Begini Penjelasan Menteri Susi


Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meminta jajarannya agar memperkarakan secara hukum bagi mereka yang masih memelihara atau kolektor ikan Arapaima.

Selain dilarang, ikan tersebut disebut berbahaya akan kepunahan ikan-ikan lokal. Hewan jenis karnivora ini, laiknya predator yang bisa melahap segala jenis apapun di sekitarnya.

"Tolong, aturan apa yang bisa dipakai untuk menjerat para pelaku seperti ini. Karena, kalau tidak itu sumber daya hayati masyarakat sungai itu bisa habis gara-gara ikan Arapaima," kata Susi, saat hadir dalam teleconference dari kediamannya di Pangandaran, Jawa Barat, Kamis 28 Juni 2018.

Larangan serta hukuman bagi individu ataupun korporasi yang memelihara Arapaima sebetulnya telah tercantum pada Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
Kemudian, dipertegas dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014 terkait Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya.
Susi meminta, agar kasus penemuan ikan yang hidup di air tawar ini segera dilaporkan ke aparat hukum.
"Barang bukti yang ada serahkan. Ditetapkan ketetapan hukum untuk segera dimusnahkan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina menegaskan, hukuman bagi pelaku yang terbukti memelihara Araipama paling tidak penjara enam tahun dan denda paling besar Rp1,5 miliar.
Saat ini, kata dia, berdasarkan temuannya sudah ada 30 ekor masuk dalam penampungan untuk nantinya diselidiki terkait kepemilikan dan darimana diperoleh ikan tersebut berasal.
"Kita sesuai aturan di Indonesia harus dimusnahkan," kata dia.
sumber : https://www.viva.co.id/berita/nasional/1048917-pelihara-arapaima-bisa-ditangkap-begini-penjelasan-menteri-susi

Jenis Jenis Ikan Hias Air Tawar Aquascape Paling Lengkap


Jenis Jenis Ikan Hias Air TawarAquascape,  Aquascape merupakan seni menata tanaman di dalam akuarium, di dalam aquascape, tanaman menjadi konstruksi utama. Sedangkan tanaman tanamn aquascape juga banyak jenisnya mulai dari java moss dan lain sebagainya.

Nah untuk melengkapi keindahan aquascape bisa dilengkapi dengan berbagai jenis ikan hias. Akan tetapi tidak semua ikan hias bisa dipelihara di dalam aquascape. Karena ikan yang berukuran agak besar dan yang besifat memakan tanaman atau merusak tanaman tanaman aquascape tidaklah dianjurkan.

Pada ulasan jenis ikan hias terlengkap dari semua kategori, sebenarnya juga disebutkan berbagai ikan hias yang sesuai untuk mengisi aquascape, akan tetati tidak semuanya. Dan berikut ini adalah Jenis Jenis Ikan Hias Air TawarAquascape Paling Lengkap.

The 10 Best Aquascaping Fish

Finding the best fish to compliment a planted aquascape can be challenging. Listed below are 10 of the best choices used time and time again by professionals in the industry. This article breaks down which species are the best and why. Common questions often overheard from hobbyists include: Which size fish is best suited for an aquascape? Are all species of fish compatible with planted aquariums? Are all fish compatible with CO2 setups?. Generally smaller fish such as the Ember Tetra listed below tend to give the illusion of a deeper and larger aquarium and are an excellent choice for the modern day hobbyist. Larger, herbivorous fish, such as silver dollars, Pacu, Silver Sharks & Oscars should be avoided in planted aquaqscapes along with fish that are sensitive to pH swings that can result from CO2 injection.

1. Ember Tetra


Ember tetra have become one of the most popular aquascaping fish additions. This is due to their distinct bright orange color and their extremely small size. This combination works in two ways. The aquarium will appear much larger with small fish such as the Ember Tetra occupying the empty space. This is especially advantageous in aquascaping competitions such as the Aquatic Gardeners Association when an image is the only visual source of the aquarium. Their unique name ‘Ember’ is realised in their bright blood-orange coloration. Ember Tetras will often swim in schools resulting in a bright trail of color through the aquascape. They are suited to a lower pH often found in planted aquascapes and overall are an excellent choice for the planted aquarium.

2. Cardinal Tetras


Cardinal Tetras have always been a favorite within the aquarium hobby. They are extremely popular in aquascaping due to their bright stunning coloration. The bright neon bar that runs the entirety of their body is situated directly above a deep red stripe. If color is the primary concern, Cardinal Tetras are your pick. They are brighter than Ember Tetras but they are often more expensive and can grow quite large. Cardinal Tetras have an extremely long lifespan when compared to other Tetra species. A larger 55+ Gallon aquarium is recommended with a minimum of 10-15 Cardinals as they enjoy to school. Cardinals can grow up to 1.5″

3. Neon Tetras or Black Neon Tetra


The Neon Tetra is very similar to the Cardinal Tetra. How do you tell the difference between a Neon Tetra and a Cardinal Tetra? The difference lies in the coloration. Cardinal Tetras hold their coloration from the tip of the mouth to the end of the tail. Neon Tetras have a small break in the red lining that runs down their side. Their belly is often a white-silver coloration. Neon Tetras will not grow as large, often maximum size is less than 1″. Neon Tetras are extremely cheap and can be bought at almost any pet store or LFS. For this reason they are the best budget solution when a school of fish is required. Purchasing 50-100 in a very large aquarium will make for a stunning display.

4. Harlequin Tetras (Harlquin Rasbora)


Harlequin Rasbora are another popular aquascaping fish. This is due to their small size and bright reflective coloration. Harlquin Tetras seldom grow over 1″ in length and have a life span of up to 10 years. They have an unusual rose sheen that compliments a dark L shaped line running down their back. Halequin Rasbora are an excellent community fish and are fully compatible with planted aquascapes.

5. Rainbows


Rainbows are becoming more and more popular in the aquascaping aquarium hobby. This is due to their natural bright colorations that reflect light in the aquarium. The scales of rainbowfish are mirrored and add radiance and movement to an otherwise static aquascape. They enjoy lower pH that is usually associated with planted aquariums from the CO2 injection and the substrate used. Smaller rainbows are more popular in aquascapes due to their ability to add depth and school in the aquarium. These include the Spotted Blue eye, the Dwarf Neon Rainbowfish & the Threadfin rainbowfish. They are a hardy species, come at a good price point but can be challenging to locate in large numbers.

6. Angel Fish



Angel Fish are a classic favorite in the aquarium hobby and have recently been used in aquascaping setups. Angel fish are more sensitive than other species to changes in water quality. For this reason a CO2 heavy setup should utilise a solenoid valve that cuts CO2 during night hours. This can help to minimise CO2 input while the plants are respiring and preventing a drop in the aquariums pH. Angel Fish have notably been used by Takashi Amano in the giant aquarium situated in his home. These are Altum Angelfish, an extremely challenging species that require careful monitoring and regular feeding. Standard angelfish can grow quite large and this leaves them reserved for larger aquascapes. At number 6 they are a beautiful fish, they are plant safe and a majestic addition to any aquascape.

7. Discus


Discus are possibly the most unique and colorful species available in the hobby.  Discus originated in the Amazon and it is believed this bright coloration is needed in murky shadowed waters to find and attract a mate. Discus also prefer a lower pH almost identical to that found in CO2 aquascapes. Unfortunately Discus can grow to be quite large, they should be reserved for very large aquascapes of at least 100 gallons. As mentioned earlier, the larger size of Discus can be a trade off between the illusion of depth in the aquarium and coloration. They can be combined with Tetras  and are an all round good community fish. They are an excellent addition for a planted aquascape provided the aquarium is big enough to house their adult form.

8. Guppys


Guppys have been the spotlights of aquariums from the beginning. Tropical heaters in the aquarium made it possible to keep a variety of species and guppys were among the brightest and hardiest of them all. The males carry a bright, large tail that signals status and attracts females. Guppys have intense coloration that exists in almost every possible shade. This makes them an excellent choice for an aquarist that is looking for a particular color to compliment an aquascape. Guppys do not like high flow and prefer slower moving environments. They are also susceptible to other species nipping their fins and should be kept with their own species. Guppies will also not school in the aquarium. This is mainly due to lack of predators in nature, where they thrive in warm ponds and pools.

9. Chili Rasbora / Mosquito Rasbora


The Chili Rasbora is another brilliant choice for the planted aquarium setup. Their very small size and striking red coloration makes them a top contender. Their main advantage is their natural talent for schooling. Large aquariums with at least 15 Chili Rasbora will find them staying tightly together around the aquarium. This can have a beautiful trailing effect as they move from one side to the other of the aquascape. They are a harder species to obtain and hence they can often command a premium to other Rasboras that are easy to source. They need some free space to swim and 55gal is recommended, although they can be witnessed in much smaller aquariums. Chili Rasbora should be kept in a species only Aquarium due to its small size and timid nature.

10. Dwarf Gourami


Dwarf Gourami are a classic aquarium addition that have an excellent personality and bright reflective colorations.  Dwarf Gouramis can grow up to 3″ but are more commonly seen at around 2″ in length. For this reason, they should be limited to larger aquascapes, realising that larger fish may reduce the percieved depth and size of the aquascape. Aquascapes are perfect landscapes for these fish, they do well in communities and add bright red’s and blue’s to an other wise green aquascape.
These are just 10 of the many aquarium fish that are suitable in a planted Aquascape. They are popular, proven and are guaranteed aquascaping fish that will add color and movement to the aquascape.